Untung Saat Membeli, Bukan Saat Menjual
Awalnya saya bingung nggak ngerti apa artinya ketika saya mendengar tentang judul di atas. Dikatakan di sana bahwa salah satu teknik atau strategi investasi di property adalah Untung saat membeli dan bukan saat menjual. Hal ini tidak lazim bagiku pada awalnya. Yang aku tau biasanya yang namanya jualan itu kita beli dulu, lalau kalau barang naik harganya kita jual, baru kita dapat untung. Kalau harga turun dan harga jual lebih kecil dari harga beli, maka yang terjaid adalah rugi. Sebagai contoh, kita membeli sebuah properti dengan harga Rp 500.000.000,-. Property tersebut di beli karena orang marketingnya mengatakan bahwa property tersebut di bangun di daerah di mana terdapat potensi akan kenaikan harga selama beberapa tahun ke depan. Menurut penjual, akan ada beberapa infrastruktur dibangun dekat tempat properti yang akan dibangun, seperti stasiun, mall, tempat hiburan, dsb. Pertama, hal ini adalah situasi yang sangat umum terjadi di mana orang membeli properti dengan harapan bahwa harga properti akan meningkat pada masa datang dan pembeli akan menghasilkan keuntungan dari penjualan property tersebut. Namun dalam kasus ini kita tidak menghasilkan uang ketika kita membeli, malahan kita mengeluarkan uang untuk uang muka. Ini hukum ekonomi yang saya pernah pelajari di sekolah. Tetapi sekarang saya mendapatkan satu hukum baru yang mengatakan untung saat beli dan bukan saat jual.
Ini bukan yang pertama saya mendengar istilah tersebut, sudah kedua atau bahkan ketiga kali dalam suatu seminar tentang menjadi kaya dari property. Namun baru kali ini saya mengerti dari maksud kata kata tersebut. Hal mengingatkan saya tentang apa yang saya dengar sebelumnya. Selain itu, transaksi semacam ini memiliki faktor spekulasi daripada investasi sendiri. Jadi bagaimana itu, dapat kita benar-benar menghasilkan uang ketika kita membeli dan bukan ketika kita menjual?
Salah satu ide sederhana yang dapat menjelaskan bahwa adalah ketika kita membeli properti di bawah nilai pasar atau market value (MV). Sebagai contoh, di daerah tertentu, apartemen 2 kamar tidur biasanya akan bernilai Rp 400.000.000,- Sekarang, ada penjual di wilayah tersebut yang sedang tertimpa masalah berat dan benar-benar membutuhkan uang cepat dan ingin menjual properti mereka. Karena orang tersebut ingin menjual properti cepat, dia bersedia untuk menjual properti seharga Rp 350.000.000,-. Sekarang, seorang investor yang melihat peluang tersebut, dengan cepat mengambil kesempatan dan membeli properti itu. Dalam hal ini, investor membeli properti seniali Rp. 400.000.000,- dengan harga Rp 350.000.000,-. Dalam transaksi ini, investor telah membuat keuntungan di atas kertas sebesar Rp. 50.000.000,-. Investor tersebut dapat menjual rumah tersebut segera atau bahkan ketika dalam proses pembelian rumah tersebut sehingga ketika terjadi transaksi pembelian sekaligus bisa terjadi transaksi penjualan yang menghasilan keuntungan bagi investor. Ini adalah ide yang sangat sederhana tentang bagaimana menjadi kaya di bidang properti, membeli properti di bawah nilai pasar, dan membuat uang ketika kita membeli bukan ketika kami jual.
Sebenarnya hal ini juga sejalan dengan prinsip prinsip investasi lain yang pernah saya dengar. Misalnya, orang yang ber investasi di saham, ada yang menggunakan teknik atau strategi ini, mencari saham yang nilainya di bawah harga valuation. Nah tentu valuation di sini beda dengan valuationnya property. Namun secara prinsip sama, bahwa untung saat membeli, bukan saat menjual berarti mendapatkan suatu deal dengan harga deal di bawah harga pasar.
Bantu Sebarkan informasi ini dengan menekan tombol 'Like' di facebook bawah ini:
Related posts:
- Teknik Membeli Rumah Tanpa Modal
- Membeli Properti Untuk Investasi
- Empat Prinsip Memilih dan Membeli Properti Investasi
- Mengapa Investasi di Properti?
- Investasi di Properti
Leave a Response






Entries(RSS)